Baca Berita

Terkait Kisruh Pura Dasar Buana Gelgel, Warga Pasek Gelar Guru Piduka

Oleh : mgpssr | 12 September 2016 | Dibaca : 17973 Pengunjung

www.mgpssr.or.id - KLUNGKUNG. Menindaklanjuti polemik Pura Dasar Buana di Gelgel, Klungkung, Bali, Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) melaksanakan upacara Guru Piduka di Pura Catur Lawa Ratu Pasek Besakih Minggu (11/9). Upacara yang diikuti oleh ribuan warga Pasek tersebut berjalan dengan tertib dan lancar.
 
KETUA Umum MGPSSR Pusat, Prof. DR. dr. I Wayan Wita, Sp. JP(K), yang ditemui di lokasi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk permohonan maaf dan tuntunan kepada Tuhan dan leluhur. “Kami menghaturkan Guru Piduka atau lengkapnya Guru Bendu Piduka. Itu artinya memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Kawitan, Ida Bhatara Ghana sehubungan dengan adanya peristiwa atau dinamika keagamaan religius di Pura Dasar Buana,” ungkapnya.
 
“Guru Piduka juga sekalian memohon maaf agar dalam penyelesaian semua pihak mendapat jalan yang baik sesuai asas Wasudewa Kutumbakam yang maknanya kita semua bersaudara,” jelasnya.
 
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa mengenai isu panuntunan Ida Bhatara Ghana dari Pura Dasar Buana ke Besakih adalah tidak benar. “Bukan nuntun ida bhatara dari sana. Karena di sini ada panyawangan, jadi kita lakukan dari sini sekaligus piodalan,” ungkapnya.
 
Berdasarkan hal tersebut Ida Bhatara dikatakan nyejer hingga Kamis, 15 September mendatang. Ia menegaskan bahwa penyelesaian permasalahan tersebut sedang dalam proses karena masih menunggu rampungnya tim investigasi yang dibentuk khusus. “Tim akan bekerja efektif seteleh Hari Raya Kuningan. Kita berhari raya dulu,” ujarnya.
 
Adapun program kerja utama tim tersebut tentunya adalah mencari solusi melalui kajian-kajian hingga rekonstruksi mengenai permasalahan yang terjadi beberapa waktu lalu. “Tim akan melaporkan (hasil) ke pengurus pusat. Hasil tim akan kita plenokan. Dan kami ingin selesai dalam satu bulan,” ungkapnya.
 
Mengenai isu pembelian tanah dan membuat pura baru, ia juga menegaskan belum ada keputusan. “Itu teknis, belum ada. Orang tim saja baru mau dibentuk, belum bekerja,” ujarnya. Ia berharap nantinya tim bisa bekerja optimal dengan pengumpulan data dan komunikasi yang baik dengan warga Pande, PHDI, dan masyarakat adat pengempon Pura Dasar Buana.
 
Oleh karena itu, jika masyarakat memiliki kritik dan saran atau data-data yang bermanfaat dalam penyelesaian masalah, dokter spesialis jantung tersebut meminta agar disampaikan langsung ke tim investigasi atau melalui pengurus pusat. Selain itu, jangan sampai terjadi perdebatan di media sosial yang bisa memperkeruh suasana. “Kalau ada masukan, jangan bicara sendiri-sendiri tapi sampaikan kepada tim,” tandasnya.
 
Seperti yang diberittakan sebelumya, terjadi masalah yang diduga dipicu larangan mapuja oleh pamangku kepada sulinggih dari warga Pasek di Bale Pawedan. Hal tersebut dikatakan sesuai dresta yang berlaku. Bahkan kasus ini telah dimediasi oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Hanya saja, hingga kini belum ada penyelesaian secara tegas. Bahkan sempat ada isu panuntunan Ida Bhatara Ghana dari Pura Dasar Buana ke Besakih serta isu membuat pura baru di wilayah Gelgel. (adi/yes/bali express)


Oleh : mgpssr | 12 September 2016 | Dibaca : 17973 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



 AGENDA KEGIATAN
Foto Kegiatan

TWEET TERBARU
-
FACEBOOK FANS
-