Baca Berita

Gubernur Harap MGPSSR Tingkatkan Kecerdasan Umat Beragama

Oleh : mgpssr | 28 Juni 2016 | Dibaca : 1739 Pengunjung

www.mgpssr.or.id - DENPASAR. Seiring berkembangnya pemahaman umat akan ajaran Agama Hindu, Pasemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) diharapkan mampu meningkatkan peran mereka dalam mencerdaskan umat Hindu untuk beragama yang benar.
 
Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima Panitia Karya Metatah Massal Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi di Ruang Kerja Gubernur Bali, Senin (27/6) kemarin.
 
“Sekarang cenderung agama Hindu yang sebenarnya tersebut ditutup – tutupi sehingga menghambat kita untuk maju dan menjadikan umat menjadi terbebani,” jelas Pastika.
 
Menurut dia,kesan tersebut harus segera diubah karena akan menyebabkan umat merasa terbebani sehingga akan terbersit dalam benak mereka untuk berpindah agama. “Mana ada manusia yang mau susah, pasti mereka ingin yang santai dan nyaman, toh Tuhan cuma satu,” imbuh Pastika.
 
Mengantisipasi kecenderungan itu ungkap Pastika dapat dicegah dengan cara memberikan ajaran tentang bagaimana beragama hindu yang sebenarnya dan rasional tanpa kesan yang sewenang –wenang.
 
Lebih lanjut disampaikan Pastika, terkait dengan pelaksanaan upacara metatah massal, menurutnya hal tersebut merupakan langkah yang baik dalam memberikan pelayanan kepada umat.
 
Selain itu, dengan adanya metetah massal tersebut, masyarakat tidak terlalu terbebani oleh biaya upacara yang bisanya sangat mahal. Ia meminta agar upacara tersebut harus dapat diambil maknanya oleh umat, walaupun harus dilaksanakan dalam kesederhanaan.
 
“Jangan sampai karena kesederhanaan tersebut dan kurang sesuatu, makna dari mepandes atau metatah tersebut jadi ilang,” kata Pastika.
 
Sementara itu, ketua Panitia Pelaksana karya Mangku Putu Mas Sujana menyatakan pelaksanaan upacara metatah massal tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2016 nanti.
 
Rencananya, ritual itu akan diikuti sekitar 345 orang yang berasal dari berbagai tempat serta beragam tingkatan social (soroh atau marga,red)
 
Diharapkan, kegiatan itu mampu memberikan sebuah pengetahuan tentang bagaimana pelaksanaan upacara yang sesuai dengan sastra dan agama sehingga masyarakat semakin cerdas dalam melakanakan adat dan agama. (bali tribune)


Oleh : mgpssr | 28 Juni 2016 | Dibaca : 1739 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



 AGENDA KEGIATAN
Foto Kegiatan

TWEET TERBARU
-
FACEBOOK FANS
-